Cara Mudah Mengetahui Output Charger untuk Smartphone

Pernahkah Anda merasa penasaran apa yang menjadi penyebab pengisian daya jadi lebih lama dari biasanya? Jika biasanya Anda mencolok smartphone ke stopkontak hanya 2 jam saja sebelum penuh, kini butuh waktu hingga 3 jam bahkan lebih. Tutorial xiaomi kali ini mengajak Anda menganalisa output charger yang menjadi pemicu umum masalah ini.

Mengukur Output Charger untuk Mengidentifikasi Masalah Pengisian Daya

Memang ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi durasi pengisian. Hal ini dapat dipengaruhi oleh status dan kondisi ponsel, kekuatan sinyal, kondisi charger dan sebagainya. Namun yang biasanya terjadi adalah charger yang sudah tidak lagi optimal. Ada kalanya charger bawaan berumur lebih pendek dan memaksa Anda untuk membeli charger non-original yang kualitasnya bisa saja diragukan.

Nah, menganalisa kinerja charger bisa Anda lakukan menggunakan aplikasi populer seperti Ampere. Aplikasi ini bisa Anda unduh dari Playstore dan bisa digunakan untuk mengetahui berbagai hal yang berhubungan dengan daya, baik itu pengisian maupun penggunaan. Silakan unduh aplikasi gratis buatan Braintrapp lalu jalankan aplikasinya. 

Ampere akan mulai mengukur kapasitas baterai yang digunakan saat ini. Penggunaan ini adalah yang digunakan oleh ponsel antara lain untuk menyalakan layar, mempertahankan sinyal dan menjalankan sistem berikut beberapa aplikasi background. Biasanya angka ditunjukkan dengan tanda minus (-) karena daya berkurang.

Berikutnya, sambungkan charger yang telah menancap ke stop kontak dengan smartphone. Aplikasi akan mulai menampilkan berapa selisih daya yang bisa didapat dari charger tersebut. Jadi nilai yang ditampilakan tersebut merupakan daya yang dipasok charger dikurangi daya yang digunakan oleh ponsel saat itu juga.

Jadi misalnya Anda menggunakan charger atau powerbank dengan output 2A (2000mA), dengan indikator baterai menunjukkan level 10% pada mode pesawat, maka seharusnya daya yang dimasukkan ke ponsel rata-rata adalah 1800mAh. Jika di bawah dari itu, kemungkinan besar ada masalah pada charger ataupun kabel.

Perlu diketahui pula bahwa fitur fast charging akan otomatis nonaktif saat level baterai sudah menunjukkan lvel 80%. Jadi wajar jika Anda mendapatkan output yang lebih rendah saat baterai hampir penuh. Hal ini diterapkan pabrikan untuk menjaga keawetan baterai.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*