Ketahui Pengobatan Pada Kanker Anus dan Efek Sampingnya

Kanker Anus

Sumber : hellosehat.com

Pengobatan pada kanker anus dilakukan setelah gejala-gejala kanker tampak pada seseorang. Sebelum dilakukan pengobatan, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Pemeriksaan yang dilakukan dokter dilalui dengan beberapa tahap. Begitupun dengan pengobatan kanker anus ini, dilakukan dengan beberapa tahap. Sama seperti kanker lainnya, pengobatan pada kanker ini hampir sama dengan kanker lainnya. Pada pembahasan kali ini, akan membahas pemeriksaan kanker anus dan pengobatan yang dilakukan dokter pada kanker anus. Namun bagaimanapun, pencegahan lebih baik daripada mengobati. Maka, sebelum terjangkit penyakit kanker anus ini, lebih baik apabila kita mencegah penyakit ini terlebih dahulu. Mencegah penyakit ini dilakukan dengan cara menghindari penyebab timbulnya penyakit ini dan menghindari pemicu yang menyebabkan penyakit ini muncul. Cara ini lebih baik dilakukan daripada menjalani pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan secara bertahap. Selain menjaga kesehatan, pencegahan ini dilakukan untuk menghentikan pengeluaran yang besar ketika terjangkit penyakit ini. Maka, inilah pembahasan mengenai pemeriksaan dan pengobatan kanker anus, sebagaimana berikut.

Dilansir dari honestdocs.id, pengobatan kanker anus dilakukan dan ditentukan berdasarkan stadium kanker, usia, letak kanker, dan juga kondisi pada kesehatan penderita. Jenis terapi yang biasanya menjadi hal utama adalah kombinasi antara kemoterapi dan radiasi. Selanjutnya, tindakan operasi adalah hal terakhir yang dilakukan apabila terapi yang dilakukan tidak membuahkan hasil. 

Dan tindakan terakhir adalah perawatan paliatif. Perawatan paliatif merupakan perawatan yang mendukung untuk meringankan rasa nyeri dan gejala lainnya yang serius. Biasanya, perawatan paliatif dilakukan bersamaan dengan kemoterapi, radiasi, dan operasi.

Kemoterapi merupakan terapi yang dilakukan dengan cara memasukkan obat ke dalam pembuluh darah vena. Baik dilakukan melalui suntikan, maupun obat oral. Sedangkan radiasi merupakan terapi yang dilakukan dengan menggunakan sinar X untuk membunuh sel-sel kanker. Pengobatan menggunakan radiasi biasanya dilakukan selama 5 sampai 6 minggu. Dan operasi merupakan operasi pengambilan jaringan kanker yang masih berukuran kecil. Operasi tersebut dilakukan apabila stadium kanker masih dini.

Selain itu, dikutip dari doktersehat.com pengobatan kanker anus dilakukan dengan dilakukannya diagnosa dan tes terlebih dahulu. Setelah itu, dilakukan perawatan pada kanker anus dengan cara kemoterapi, terapi radiasi, dan bedah.

Akan tetapi terdapat efek samping yang dialami penderita saat proses terapi kanker. Radioterapi, mempunyai efek samping seperti rasa terbakar yang dialami kulit, terjadi iritasi dan nyeri pada anus, diare, mual, mudah lelah, rasa tidak nyaman saat buang air besar, iritasi miss V pada wanita dan ketidaknyamanan akibat keluarnya cairan. Kemoterapi, mempunyai efek samping mual serta muntah, rambut rontok, sariawan, diare, hilangnya nafsu makan, menurunnya jumlah sel darah.

Itulah pemaparan dari pengobatan kanker anus dan tahap-tahap pengobatan yang dilakukan dalam penyembuhan kanker anus. Kanker anus dapat diobati dengan beberapa cara, yaitu kemoterapi, radiasi, operasi, dan juga perawatan paliatif. Itu adalah pengobatan yang dilakukan secara medis. Namun sebelum dilakukannya terapi, dokter akan melakukan tes dan diagnosa terlebih dahulu. Untuk mengetahui, apakah kanker yang diderita masih stadium awal ataukah sudah stadium lanjut. 

Akan tetapi, faktor usia dan kondisi pasien juga menjadi pertimbangan dokter apakah terapi kanker dilakukan pada pasien ataukah dilakukan pengobatan lainnya. Namun, pengobatan utama pada kanker anus adalah kemoterapi dan radiasi. Sedangkan pengobatan lainnya seperti operasi dilakukan apabila kemoterapi dan radiasi belum berhasil membunuh sel kanker pada pasien.

Read More